Anggaran Seharusnya Cukup, Kan?
"Anggaran Pendidikan Bisa Mencapai
21 Persen"
(Menteri Pendidikan
Nasional)
"TOKYO--MI: Menteri Pendidikan Nasional
Bambang Sudibyo mengatakan kemungkinan anggaran
pendidikan pada 2009 bisa mencapai 21% dari total
APBN sehingga melampaui yang ditetapkan UUD 1945 sebesar
20%."
Baik Pak!
Tetapi yang jauh lebih penting sekarang
Pak, apakah Korupsi Bisa Mencapai "0 Persen"
?
Sekarang korupsi dan Mark-Up berapa
Persen Pak?
Bagaimana mutu
manajemen pendidikan sekarang?
"Depdiknas Belum Mampu Kelola
Anggaran"
"Dua Kelas Baru Rawan Ambruk di
Blora"
(Kompas.Com Online)
Yth. Bapak Presiden kita, Kabupaten
Blora adalah lebih hebat lagi. Dua kelas baru SD
Negeri Patalan 1, Kecamatan Blora. "Dua minggu
setelah jadi, kuda-kuda utama atap bangunan itu
melengkung" (20 Januari 2009). Luar biasa!!!
Bagaimana mungkin pesan "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung
Sekolah Rusak" dapat menjadi kenyataan kalau
sekolah yang baru dibangun ambruk dalam dua
minggu?
"Sekolah Ambruk, 91 Siswa Mengungsi
Belajar"
(Kompas.Com Online)
"TUNTANG, RABU Sudah sekitar tiga
hari sebanyak 91 siswa kelas I hingga kelas III Sekolah
Dasar Negeri Tuntang II, Kecamatan Tuntang, Kabupaten
Semarang, Jawa Tengah, terpaksa harus mengungsi belajar.
Pasalnya, tiga lokal kelas gedung sekolah itu ambruk
atapnya. Hingga Rabu (7/1) belum tampak ada upaya
perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Semarang."
"Sejumlah guru yang ditemui mengemukakan, 95
persen atap ke tiga lokal kelas itu ambrol pada 30
Desember 2008 sekitar pukul 09.00. Ambruknya atap itu
saat ruang kelas kosong karena para sisiwa libur
menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2009."
Beruntung sekali tidak
ada korban jiwa, kan?
Apakah, suara Presiden
Kita tidak kedengaran sampai di Semarang?
"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung
Sekolah Rusak"
"JAKARTA--MI: Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen
Pendidikan Nasional dan para kepala daerah agar tidak
ada lagi gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah
dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam
APBN 2009."
10 Januari 2009 11:40
WIB
Kelihatannya suara
Presiden juga tidak kedengaran di Kabupaten
Pasuruan:
"Atap Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di
Kelas Rusak"
"PASURUAN--MI: Atap gedung SDN Wonojati
No.222 Desa Wojojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten
Pasuruan, Jawa Timur yang pekan lalu ambruk, kini
kondisinya makin parah.
Apakah, harus ada kasus seperti di Haiti ("Korban Tewas Sekolah
Ambruk 82 Siswa") sebelum Pemerintah Kabupaten
mau memperhatikan keadaan sekolah?
"Korban Tewas Sekolah Ambruk di
Haiti Naik
Jadi 82 Siswa"
(Tim
Penyelamat)
"PORT-AU-PRINCE--MI Jumlah korban tewas
akibat sebuah sekolah di kompleks gereja di Haiti ambruk
pada Jumat (8/11) lalu, naik menjadi 82 orang siswa.
Bertambahnya jumlah korban itu diketahui saat dilakukan
pencairan di reruntuhan gedung pada Sabtu (8/11)."
Apakah tragedi seperti
ini dapat menjadi di Indonesia? Bukankah tempat belajar
yang aman dan myaman untuk semua anak prioritas utama
untuk manajemen pendidikan (DepDikNas)? Di Indonesia ribuan sekolah adalah
rusak atau ambruk, termasuk 70% gedung sekolah yang
rusak di DKI.
"RAPBD Jakarta 2009, Prioritaskan
Pendidikan dan Infrastruktur"
(Gubernur DKI Jakarta
Fauzi Bowo)
"JAKARTA, RABU - Gubernur DKI Jakarta
Fauzi Bowo akhirnya mengajukan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2009 di depan
rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11). RAPBD
senilai Rp 22,42 triliun itu memprioritaskan anggaran
untuk pendidikan dan infrastruktur, yang mencapai 40,54
persen."
"Fauzi mengatakan, alokasi 23,29 persen
anggaran atau sekitar Rp 5,191 triliun untuk pendidikan
digunakan untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) Rp
1,14 triliun. Selain itu, semua sekolah rusak
ditargetkan dapat diperbaiki dan pendidikan gratis di SD
dan SMP negeri dipertahankan."
Berita di atas ini adalah jauh lebih
penting daripada yang kemarin "Sekolah Menengah di
Jakarta Tersambung Internet". Pendidikan yang
bermutu adalah "Pendidikan Berbasis-Guru yang
Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan
Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan
'Well Balanced'", bukan dari
teknologi!
Prof.Toshihiro
(Surabaya) "e-learning tidak
bertujuan mengganti sistem kelas, tapi hanya
semacam alat tambahan untuk
menyampaikan materi".
"Pihaknya
mengaku telah melakukan riset mengenai e-learning di
universitas, namun tren ini dianggap masih bertahan di
era selanjutnya. Bahkan meskipun berbagai model
e-learning telah banyak dikembangkan, namun pembelajaran melalui kelas masih
dianggap yang terbaik."
Pemerintah tidak perlu menghabiskan banyak
waktu dan dana untuk teknologi pendidikan. Yang
penting MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI
KELAS dan MEMBERANTAS
KORUPSI!
Maaf, Pak
Fauzi, buku sekolah gratis bagaimana?
"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung
Sekolah Rusak"
(Presiden)
"JAKARTA--MI: Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono meminta pada Departemen Pendidikan
Nasional dan para kepala daerah agar tidak ada lagi
gedung sekolah yang rusak seiring dengan telah
dipenuhinya anggaran 20 persen bagi pendidikan dalam
APBN 2009."
"Pada para Gubernur, Bupati dan
Walikota saya minta jangan ada lagi gedung sekolah yang
memprihatinkan. Saya akan cek nanti ke
wilayah-wilayah, kata Presiden saat membuka
Olimpiade Astronomi dan Astrofisika di Istana Negara
Jakarta, Rabu (20/8)."
Tidak
usah jauh-jauh Pak.........
"70 Persen Gedung Sekolah di DKI
Rusak"
"JAKARTA--MI: Sekitar 70% gedung
SD-SMP di DKI Jakarta rusak. Untuk memperbaikinya,
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus meminta bantuan
pemerintah pusat."
"Hal itu dikemukakan
Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta
Sukesti Martono di Balai Kota, Kamis (21/8). Kita
akui, memang lebih dari separuh sekolah di Jakarta
memang rusak, karena itu kami akan mengajukan
anggaran ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas),
kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI
Jakarta."
Kalau 70%
sekolah rusak di Jakarta, bagaimana keadaan di
daerah-daerah???
"Jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB.
Sebanyak 38 murid kelas dua SD Pasundan 3, Jl Babakan
Ciparay, Kota Bandung, berada di dalam kelas. Sedang
asyik belajar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh.
Sejurus kemudian, gubrak!. Atap ruang kelas ambruk. Ruangan berantakan dan dipenuhi jeritan
menyayat." (Republika Online, Maret/28/08)
Jelas banyak anak-anak kita maupun guru di
dalam keadaan berbahaya kalau masuk sekolah. Kapan kita akan serious terhadap semua
aspek-aspek pendidikan? Membaca berita "KEADAAN SEKOLAH".
